1
Loader gif

Home / Magazine / Dlm

Mengenal Metode Kanban dan Cara Menerapkannya

📆 2021-02-22

Mengenal Metode Kanban dan Cara Menerapkannya

Apakah Anda familiar dengan metode Kanban? Kanban sendiri berasal dari dua kata bahasa Jepang yaitu “Kan” [看] yang artinya adalah “Melihat” atau “Visual” sedangkan kata “Ban” [板] jika diterjemahkan langsung ke bahasa Indonesia menjadi “Papan” atau “Kartu”. Jadi, istilah Kanban dapat diterjemahkan menjadi “Papan Visual” atau “Kartu Visual”.

Pada awalnya, Kanban dikembangkan sebagai metode untuk memberikan sinyal pada persediaan bahan-bahan produksi di sistem Inventory Just in Time (Sistem Persediaan yang Tepat Waktu). Dengan menerapkan Metode Kanban ini, bahan-bahan produksi dipasok dan tiba pada waktunya sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan sehingga dapat mengurangi biaya penanganan dan penyimpanan.

Sampai saat ini, Kanban dikenal sebagai suatu metode manajemen untuk memvisualisasikan komunikasi dan pengendalian serangkaian aliran aktivitas di produksi sehingga memungkinkan semua orang untuk melihat aliran aktivitas tersebut dan menyesuaikannya sesuai dengan kebutuhan.

Metode Kanban umumnya diterapkan di perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang Manufakturing seperti PT DLM, namun saat ini telah banyak perusahaan non-manufaktur yang menerapkan metode ini untuk membuat rangkaian kerja jadi lebih efektif dan efisien. Sekarang, mari kita bahas tiga langkah dan enam aturan utama yang wajib diikuti ketika perusahaan ingin menerapkan metode Kanban.

Tiga Langkah Penerapan Metode Kanban:

1. Visualisasi Alur Kerja

Suatu pekerjaan akan lebih mudah dipantau dan diawasi jika dibagi menjadi beberapa bagian, sub-bagian, atau segmen. Bagian tersebut kemudian disusun menjadi satu alur kerja dan ditampilkan dalam bentuk tabel atau daftar kerja yang bisa dilihat oleh pihak yang berkepentingan (stakeholder).Hal ini bisa dikaitkan dengan daftar bahan produksi agar bisa dilihat dan diketahui oleh stakeholder.

2. Membatasi WIP (Work in-Progress)

Menetapkan dengan tegas batas pekerjaan, tugas, dan jumlah unit produk yang masih masih dalam proses (work in-progress). Pekerjaan atau tugas yang telah disusun dalam suatu alur kerja harus diselesaikan sesuai dengan jangka waktu yang sudah ditentukan. Sehingga, pekerjaan yang tertunda atau masih dalam proses pengerjaan bisa dikendalikan sebaik dan seminim mungkin. Sedangkan, untuk produk yang sedang dalam proses produksi, adanya pembatasan WIP ini, persediaan (inventory) yang diperlukan akan semakin minim.

3. Mengukur Lead Time yang Diperlukan

Lead time adalah siklus waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, tugas atau maupun produk dari awal hingga akhir. Pada metode kanban, diperlukan pengukuran dan penentuan lead time untuk mengoptimasi proses pekerjaan. Sehingga waktu penyelesaian bisa terprediksi seakurat mungkin.

Enam Aturan Utama dalam Menerapkan Metode Kanban:

  • Hanya mengambil barang yang dibutuhkan saja sesuai dengan ketentuan Kanban (Take only what is needed)
  • Hanya memproduksi jumlah yang dibutuhkan oleh pelanggan sesuai dengan ketentuan Kanban (Produce the exact Quantity required)
  • Tidak ada Item yang dipindahkan atau digunakan tanpa Kanban
  • Tidak boleh mengirimkan produk yang cacat ataupun jumlah yang tidak sesuai ke proses selanjutnya (Never pass on defective products)
  • Kanban harus diterapkan secara konsisten pada semua Item
  • Jumlah Kanban dapat dikurangi atau ditambah sesuai dengan kebutuhan aktivitas produksi itu sendiri.

Share this magazine :

Another Magazines

Related Magazine